![]() |
KabarMadina.com - Mandailing Natal. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal, Mashuri Pulungan, menyatakan keprihatinan mendalam atas maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Madina, menyusul kasus terbaru di Kecamatan Siabu dan Muara Batang Gadis yang dinilainya telah menimbulkan keresahan sosial dan mengancam generasi muda.
Mashuri menegaskan, persoalan narkoba di Madina bukan sekadar masalah hukum, melainkan persoalan sosial-kultural yang kompleks akibat lemahnya kontrol lingkungan, rendahnya kesadaran keluarga, serta terbatasnya akses rehabilitasi. Kondisi ini, kata dia, memicu reaksi spontan masyarakat dan menjadi sinyal kegagalan sistemik yang harus segera dijawab bersama.
“Kita tidak boleh kompromi terhadap kejahatan narkoba. Semua pihak harus berdiri bersama rakyat dan negara, mendukung langkah cepat Polres Mandailing Natal, serta memastikan penindakan yang adil, tegas, dan menyeluruh hingga ke aktor-aktor besar jaringan narkoba,” ujar Mashuri.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal segera menetapkan Status Darurat Narkoba Lokal dan membentuk Satgas Khusus Pencegahan dan Rehabilitasi. Mashuri juga mendorong Polres dan BNNK meningkatkan patroli, pengawasan, dan penindakan; camat, kepala desa, dan lurah menguatkan ketahanan keluarga berbasis lingkungan; serta melibatkan lembaga adat, rumah ibadah, dan sekolah sebagai mitra edukasi antinarkoba. Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial diminta merancang intervensi dini dan rehabilitasi yang terjangkau.
Di internal partai, Mashuri memastikan isu ini akan dibawa ke rapat resmi untuk membentuk Posko Informasi & Edukasi Antinarkoba hingga tingkat PAC, Ranting, dan Anak Ranting, menggalang relawan komunitas dan tokoh agama, serta mendorong Fraksi Amanah Perjuangan DPRD Madina dimana di dalam fraksi tersebut PDI Perjuangan tergabung dan akan diupayakan untuk menginisiasi Perda Pencegahan Narkoba Berbasis Masyarakat.
“Mandailing Natal yang religius dan berbudaya luhur tidak layak dicemari narkoba. Kita harus bersatu melindungi generasi muda dan masa depan daerah,” pungkasnya. (02)


0 Comments