Adi Suhrianto S.H : Isu yang Dialamatkan Pada Bupati Saipullah Harus Disikapi Dengan Bijak

Foto: Adi Suhrianto

KabarMadina.com - Mandailing Natal. Isu tentang adanya Hutang Piutang Pilkada yang dialamatkan pada Bupati Mandailing Natal H.Saipullah Nasution kian merebak. Hal ini mengundang tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya Relawan H.Saipullah Nasution, Adi Suhrianto yang sudah ikut sejak Pendaftaran sebagai Bakal Calon Bupati di beberapa Partai Politik. (27/11/2025).


Menurutnya, hal ini tidak tepat jika dialamatkan pada Bupati Saipullah mengingat komitmen bersama sebagai relawan


"Sebagai bagian dari tim yang sudah bersama Pak Saipullah sejak proses pendaftaran di berbagai partai hingga kemenangan SAHATA, saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah merasa dikhianati ataupun diabaikan. Selama perjalanan politik ini, saya melihat langsung bagaimana beliau memperlakukan para relawan dan tim dengan penuh rasa hormat, keterbukaan, dan komitmen." Ungkapnya 


Adi menerangkan hubungan antara Calon Bupati dan tim tidak bersifat transaksional


"Isu tentang utang Pilkada yang belakangan berkembang menurut saya sangat tidak tepat dan tidak mencerminkan kenyataan yang saya alami sendiri selama berjuang bersama beliau. Dari awal, kerja kami adalah bentuk dukungan dan keikhlasan untuk perubahan di Mandailing Natal bukan transaksi, bukan pula hubungan yang didasarkan pada tuntutan sepihak." Terang Mantan Aktivis Cipayung Plus Madina ini


"Pak Saipulloh adalah sosok yang bertanggung jawab dan menghargai perjuangan orang-orang di sekelilingnya. Justru sejak awal beliau selalu menekankan bahwa kemenangan ini adalah kemenangan bersama, bukan milik pribadi atau kelompok tertentu. Saya menyaksikan langsung bagaimana beliau terbuka berdiskusi, hadir mendengarkan, dan tidak pernah melupakan jasa siapa pun yang terlibat."


Lebih lanjut Adi mengajak semua elemen masyarakat lebih bijak menanggapi persoalan ini.


"Karena itu, saya mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam menyikapi isu yang berkembang. Tidak baik menciptakan narasi yang dapat merusak kebersamaan hanya karena kepentingan atau kekecewaan tertentu. Apabila ada masalah internal, seharusnya diselesaikan dengan komunikasi baik, bukan dengan membangun persepsi negatif di ruang publik." Ujarnya


"Saya berdiri bersama Bupati Saipulloh karena saya melihat sendiri integritas dan komitmen beliau terhadap tim dan masyarakat Mandailing Natal. Dan sampai hari ini, saya tidak punya alasan sedikit pun untuk merasa dikhianati" Tutup pria yang juga mantan Ketua Umum organisasi mahasiswa di Mandailing Natal ini. (yn)

0 Comments