Refleksi Musibah Banjir dan Longsor, Ahmad Fauzan : Kerakusan Membawa Bencana

 

KabarMadina.com - Banjir sebenarnya bukan tamu tidak diundang. Ia datang karena kita sendiri yang membuka pintu selebar-lebarnya. Dalam beberapa tahun terakhir, rasanya setiap hujan deras selalu membuat kita was-was. Bukan karena hujannya, tetapi karena kita tahu ada sesuatu yang tidak lagi beres dengan lingkungan tempat kita tinggal.


Hutan yang dulu menjadi penyangga air kini tinggal cerita. Pohon ditebang tanpa pertimbangan, digantikan bangunan dan lahan gundul yang tak mampu lagi menahan derasnya air. Sungai yang dahulu mengalir bebas kini seperti anak kecil yang dipaksa memakai baju sempit—dipersempit oleh tembok, sampah, dan bangunan yang tumbuh di kanan-kirinya.


Setiap kali banjir datang, kita sering menyalahkan cuaca, seolah hujan adalah musuh terbesar. Padahal, penyebabnya jauh lebih sederhana: kerakusan. Keinginan mengambil sebanyak-banyaknya dari alam tanpa memikirkan apa yang hilang setelahnya.


Banjir tidak hanya merendam rumah, tetapi juga menenggelamkan harapan. Ada yang kehilangan harta benda, ada yang harus memulai dari nol, dan ada pula yang kehilangan orang tersayang. Namun anehnya, setelah air surut, kita sering kembali ke kebiasaan lama membuang sampah sembarangan, membiarkan sungai kotor, dan membangun tanpa aturan.


Padahal bumi sudah berkali-kali memberi peringatan. Setiap genangan adalah pesan, setiap longsoran tanah adalah tanda, bahwa alam tidak bisa terus diperlakukan semena-mena. Jika kerakusan terus dibiarkan, bencana hanya soal waktu.


Bumi tidak menuntut banyak hanya sedikit kepedulian. Menanam pohon, menjaga sungai, mengelola sampah, dan membangun dengan bijak. Hal-hal kecil yang sebenarnya mampu mencegah kerugian besar.


Pada akhirnya, banjir bukan sekadar bencana alam. Ia adalah refleksi atas pilihan-pilihan kita. Selama kerakusan masih mengendalikan cara kita memperlakukan lingkungan, air bah akan selalu siap datang mengingatkan: bahwa bencana adalah akibat dari ulah kita sendiri.

Penulis: Ahmad Fauzan Hasibuan S.Sos., M.Si

0 Comments