![]() |
KabarMadina.com - Mandailing Natal. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mandailing Natal, Mashuri Pulungan, menyampaikan pernyataan sikap menanggapi kejadian pembakaran Kantor Polsek Muara Batang Gadis yang terjadi baru-baru ini. (20/12/2025).
Dalam pernyataannya, Mashuri menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menyatakan pemahamannya bahwa aksi itu muncul sebagai bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat yang merasa dirugikan oleh lambatnya penanganan kasus narkoba di wilayah itu.
“Saya memahami bahwa kejadian ini merupakan bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat yang selama ini merasa dirugikan oleh lambannya penanganan kasus narkoba,” ujar Mashuri.
Ia menegaskan keyakinannya bahwa masyarakat yang terlibat dalam aksi tersebut adalah warga yang mencintai kedamaian dan keadilan, namun merasa tersakiti oleh kelalaian dalam proses penegakan hukum.
“Saya meyakini penuh dan utuh bahwa masyarakat yang melakukan aksi tersebut adalah warga yang mencintai kedamaian dan keadilan. Aksi mereka lahir dari rasa frustasi dan harapan agar penegak hukum dapat menjalankan tugas dengan lebih tegas dan transparan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mashuri menekankan bahwa ia tidak melihat masyarakat sebagai pelaku kriminal, melainkan sebagai pihak yang hak-haknya perlu dilindungi. Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengedepankan prinsip keadilan dan tidak terburu-buru menjadikan masyarakat sebagai tersangka dalam situasi kompleks ini.
Di sisi lain, Mashuri juga menyampaikan desakan dan harapan kepada pihak terkait. Ia meminta aparat kepolisian untuk mengevaluasi secara serius dan profesional kinerja penegakan hukum, khususnya dalam memberantas peredaran narkoba yang dinilai merusak generasi muda dan keamanan publik.
“Saya mendesak pemerintah daerah untuk menetapkan status 'DARURAT NARKOBA LOKAL' sebagai suatu sikap komitmen tegas pemerintah atas pemberantasan narkoba,” tegasnya, menekankan pentingnya langkah luar biasa untuk mengatasi masalah tersebut.
Sebagai penutup, Mashuri Pulungan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban dan menggunakan saluran hukum yang berlaku dalam menyampaikan aspirasi.
“Mari kita bersama-sama membangun Mandailing Natal yang aman, adil, dan berdaulat tanpa kekerasan dan anarkisme,” pungkasnya. (rul)


0 Comments