Nyawa Tak Ternilai, Negara Wajib Bertindak Lebih Cepat dan Tegas

OPINI

Oleh : Ir. Taufan Agung Ginting (Mantan Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI Perjuangan) 

KabarMadina.com - Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri negara kepulauan, memiliki karakteristik alam yang tidak jauh berbeda, mengingat kondisi bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumut dan Sumbar baru baru ini , bukan tidak mungkin juga akan terjadi di wilayah lainnya di negeri ini, menurut hemat kami para partai politik dan segenap komponen bangsa dan pelaku dan pemerhati lingkungan perlu mengingatkan Negara untuk sungguh sungguh hadir dalam tata kelola ekosistem kehidupan manusia, hewan dan tumbuh tumbuhan mulai dari hulu hingga hilir.


Hal ini menjadi sangat urgen untuk mempersiapkan diri sedini mungkin sebelum bencana tanah longsor, banjir bandang, gempa bumi, dll di negeri ini. Jangankan mengatasi kondisi di hulu bencana, di hilir bencana saja pun Negara belum maksimal melakukan perannya tegas Taufan Agung Ginting kader PDI Perjuangan Sumut ini. 


Harapan puluhan juta warga negeri ini meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan bencana yang terjadi di tiga propinsi tsb menjadi "Bencana Nasional " sepertinya belum digubris oleh Pemerintah RI tanpa adanya penjelasan yang resmi dari Negara. 


Mengingat luasnya spektrum korban jiwa, kerusakan alam, infrastruktur fasilitas umum dan rumah rumah serta harta benda milik warga, semoga di awal tahun depan 2026 masyarakat sangat menantikan peran serta Negara dengan segenap stake holdernya untuk sungguh sungguh serius secara proaktif berfikir dan bekerja memperbaiki ekosistem di negeri ini mulai dari hulu hingga ke hilirnya. 


Kerusakan infrastruktur bisa diganti dengan uang negara, tapi nyawa seorang warga bahkan ribuan orang warga negara tidak bisa dibayar alias tak ternilai tegas mantan anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara tiga periode ini mengakhiri harapannya di penghujung tahun 2025 hari ini.

Medan, 31 Desember 2025.

0 Comments