![]() |
Ketua Indonesia Youth Epicentrum Mandailing Natal (IYE Madina), Farhan Donganta, menilai bahwa dalam dunia politik tidak ada peristiwa yang benar-benar terjadi secara kebetulan. Menurutnya, setiap gerakan, tindakan, hingga pernyataan yang muncul di ruang publik selalu memiliki desain dan tujuan.
“Politik bisa diucapkan melalui gerakan, tindakan, dan pernyataan. Tidak ada kejadian yang kebetulan dalam politik, termasuk teriakan ‘Hidup Wakil Bupati, Penjarakan Saipullah’ yang muncul dalam aksi tersebut,” ujar Farhan dalam keterangannya.
Menurut Farhan sebuah kelompok politik tidak pernah bergerak sendiri. Selalu ada elemen lain yang turut mendukung, menguatkan, dan mengarahkan sebuah gerakan.
“Ada kecurigaan kelompok politik seperti Gordang Sambilan Centre tidak mungkin berdiri sendiri. Pasti ada elemen lain yang ikut bergerak dan mengepung Bupati Madina hari ini, baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.
Ia juga mengingatkan publik bahwa G9C sebelumnya dikenal sebagai barisan pendukung pasangan Saipullah–Atika pada Pilkada Mandailing Natal 2024. Namun, dinamika politik yang terjadi saat ini menunjukkan perubahan sikap yang cukup tajam.
“Dulu mereka adalah pendukung, sekarang berbalik melawan. G9C seolah ingin menunjukkan bahwa ada hak mereka yang diinjak-injak oleh Bupati Saipullah,” jelas Farhan.
Teriakan “Hidup Wakil Bupati. Penjarakan Saipullah” dalam aksi tersebut, menurut Farhan, secara tidak langsung menggiring opini publik ke arah spekulasi adanya pertarungan kepentingan di internal kekuasaan.
“Pertanyaan besar muncul di ruang publik: atas kepentingan apa teriakan itu disampaikan? Apalagi Saipullah dan Atika adalah pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang dulu satu paket dan satu perjuangan pada Pilkada 2024,” tambahnya.
Farhan menilai kondisi ini mengindikasikan adanya pertarungan politik terselubung antara pihak-pihak yang sebelumnya berada dalam satu barisan perjuangan.
Sebagai penutup, Farhan memberikan pesan tegas kepada kelompok politik yang memilih jalur perlawanan.
“Sekali Anda katakan akan melawan, jangan sarungkan pistol Anda. Artinya, bersikaplah konsisten, terbuka, dan jujur dengan agenda politik yang sedang diperjuangkan, agar publik tidak terus menerka-nerka arah gerakan tersebut,” pungkasnya. (02)


0 Comments